Selasa, 29 Maret 2011

Yoga buat Ibu Hamil

TEKNIK YOGA
UNTUK IBU HAMIL




SAAT hamil tak jarang muncul rasa tegang, otot kaku, dan pegal-pegal. Untuk mengatasinya cobalah melakukan relaksasi dengan cara melakukan pengaturan napas.

Ambil posisi yang paling nyaman dengan mencoba sesantai mungkin. Bisa dalam posisi duduk atau berbaring sambil memejamkan mata. Relaksasikan otot-otot seluruh tubuh, mulai dari otot kaki, pinggang, punggung, leher, dan wajah. Bernapaslah lewat hidung, tarik dan embuskan perlahan-lahan. Ulangi selama 10 sampai 20 menit atau sampai kita merasa nyaman. Sambil melakukannya, tekan perut ke arah luar. Hitunglah sampai empat. Biarkan otot pundak dan leher kita relaks. Lalu, keluarkan napas perlahanlahan dan tenang.

Inilah bentuk latihan oleh tubuh yang sangat baik bagi ibu hamil. Yoga melatih otot-otot tubuh disertai oleh napas. Melalui gerak tubuh yang disertai teknik pengaturan napas dan pemusatan konsentrasi, fisik Anda akan lebih sehat, bugar dan kuat. Emosi Anda pun akan lebih seimbang. Berikut teknik yoga untuk para bumil:

Duduk bersila

Letakkan kedua tangan di sisi badan dengan siku lurus.Angkat kedua tangan dari samping ke arah kepala sambil menarik napas sampai kedua jari-jari tangan bertemu. Turunkan tangan ke depan sambil menghembuskan napas. Manfaat: Melatih kekuatan otot lengan, melenturkan sendi pundak, serta menenangkan perasaan. Menimbulkan perasaan "membumi dan terpusat".

Merangkak dengan kedua siku tangan lurus

Pandangan ke depan dan punggung rata. Tarik napas, lengkungkan punggung. Hembuskan napas sambil mengembalikan punggung ke posisi semula. Manfaat: Melepaskan ketegangan, menguatkan rahim, meringankan beban perut dan menghilangkan pegal-pegal tubuh.

Berbaring

Kedua kaki menempel di dinding dan kedua tangan dis amping badan dengan telapak tangan terbuka. Tarik napas, angkat panggul dari lantai. Hembuskan napas sambil menurunkan kembali kedua kaki. Manfaat: Mencegah varises di kaki, menghilangkan kelelahan kaki akibat pertambahan berat badan selama hamil, serta relaksasi tubuh dan jiwa.

Membuat Batik yuk...

Tahap-Tahap pembuatan Batik


Perlengkapan membatik, terutama peralatannya, tidak banyak mengalami perubahan dari dahulu sampai sampai sekarang. Dilihat dari peralatan dan cara pengerjakannya membatik dapat digolongkan sebagai suatu kerja yang bersifat tradisionil.

PERLENGKAPAN MEMBATIK :

a. Gawangan Gawangan
Perkakas untuk menyangkutkan dan membentangkan mori sewaktu dibatik. Gawangan dibuat dari bahan kayu, atau bambu. Gawangan harus dibuat sedemikian rupa, sehingga mudah dipindah - pindah, tetapi harus kuat dan ringa.

b. BandulBandul
Dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang di kantongi. Fungsi pokok Bandul ialah untuk menahan mori yang baru dibatik agar tidak mudah tergeser ditiup angin, atau tarikan si pembatik secara tidak sengaja. Jadi tanpa bandul pekerjaan membatik dapat saja dilaksanakan.

c. Wajan
Perkakas untuk mencairkan malam (lilin untuk membatik). Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa mempergunakan alat lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari tanah liat lebih baik dari pada yang dari logam, karena tangkainya tidak mudah panas. Tetapi wajan tanah liat agak lambat memanaskan malam.

d. Anglo
Anglo dibuat dari tanah liat, atau bahan lain. Anglo adalah alat perapian sebagai pemanas malam. Apabila mempergunakan anglo, maka bahan untuk membuat api ialah arang kayu. Jika mempergunakan kayu bakar anglo diganti dengan keren : keren inilah yang banyak dipergunakan orang didesa-desa. Keren pada prinsipnya sama dengan anglo, tetapi tidak bertingkat.

e. Tepas
Tepas ialah alat untuk membesarkan api menurut kebutuhan : terbuat dari bambu. Selain tepas, digunakan juga ilir. Tepas dan ilir pada pokoknya sama, hanya berbeda bentuk. Tepas berbentuk empat persegi panjang dan meruncing pada salah satu sisi lebarnya dan tangkainya terletak pada bagian yang runcing itu. Sedangkan ilir berbentuk bujur sangkar dan tangkainya terletak pada salah satu sisi serta memanjang kesamping.

f. Taplak
Taplak ialah kain untuk menutup paha si pembatik supaya tidak terkena tetesan malam, panas sewaktu canting di tiup, atau waktu membatik. Taplak biasanya dibuat dari kain bekas.

g. Saringan malam
Saringan ialah alat untuk menyaring malam, panas yang banyak kotorannya. Jika malam disaring, maka kotoran dapat dibuang, sehingga tidak mengganggu jalannya pada cucuk genting sewaktu dipergunakan untuk membatik.

h. Dingklik (lincak)
Dingklik atau lincak pada prinsipnya sama, tempat duduk si pembatik. Tetapi pembatik dapat pula duduk diatas tikar.

i. canting
Canting ialah pokok untuk membatik yang menentukan apakah hasil pekerjaan itu dapat disebut batik, atau bukan batik. Canting dipergunakan untuk menulis (melukiskan malam), membuat motif-motif batik yang diinginkan. Alat itu terbuat dari tembaga.


BAHAN-BAHAN MORI
Mori adalah bahan baku batik dari katun. Kwalitet mori bermacam-macam, dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Karena kebutuhan Mori dari macam-macam kain tidak sama, keterangan dibawah ini barangkali bermanfaat juga.

1. UKURAN MORI

Mori yang dibutuhkan sesuai dengan panjang pendeknya kain yang dikehendaki. Ada juga kebutuhan yang pasti misalnya udeng atau ikat kepala. Udeng berukuran lebih atau kurang dari kebutuhan; oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sesuai dengan pemakaian yang semestinya. Tetapi kain tidak pasti ukurannya. Jika pendek akan mempengaruhi kesempurnaan pemakainya; jika lebih panjang akan menambah sempurna dalam pemakaian.Ukuran panjang pendek mori biasanya tidak menurut standar yang pasti, tetapi dengan ukuran tradisionil. Ukuran tradisionil tersebut dinamakan sekacu. Kacu ialah sapu tangan, biasanya berbentuk bujur sangkar (persegi). Maka yang disebut sekacu ialah ukuran perseginya mori, diambil dari ukuran lebar mori tersebut. Jadi panjang sekacu. Dari suatu jenis mori akan berbeda dengan panjang sekacu dari mori jenis lainnya. Maka lebar mori sangat menentukan panjang masing-masing jenis mori, meskipun jumlah kacunya sama. Cara mengukurnya pun hanya dengan jalan memegang kedua sudut mori pada sebuah sisi lebar dan menempelkan salah satu sudut tadi pada sisi panjang berseberangan sepanjang lebar mori. Kalau akan mengambil beberapa kacu, maka berganti-ganti tangan kiri dan kanan memegang sudut mori itu, menempelkan pada sisi panjang yang sama dengan menekuk mori.

2. KEBUTUHAN AKAN MORI

Kain dodot membutuhkan mori 7 kacu. Kain dodot biasanya dipakai oleh keluarga keraton atau penari klasik. Tetapi karena kain dodot mahal harganya, maka fungsi kain dodot para penari diganti oleh kain biasa yang cukup panjang. Kain nyamping membutuhkan 2 atau 2,5 kacu, menurut kesenangan atau besar kecilnya si pemakai. Udeng membutuhkan mori sekacu. Udeng ada dua macam : œudeng lembaran dan œudeng jadi. Udeng jadi ialah udeng yang sudah terbentuk, tinggal pakai. Udeng jadi ini sebenarnya hanya membutuhkan kain setengah kacu, dan memotongnya secara diagonal. Sedang udeng lembaran dibentuk sewaktu akan dipakai, langsung dikepala si pemakai; selesai dipakai udeng itu dilepas lagi. Udeng terakhir ini membutuhkan mori sekacu ; tetapi secara praktis juga hanya setengah kacu, karena setengah kacu lagi terlipat didalam sebagai penebal belaka. Oleh karenanya udeng lembaran dapat dibatik menurut dua macam motif batik dengan batas salah satu diagonal. Dalam dalam hal udeng yang memakai dua macam motif batik itu, si pemakai bebas memilih motif mana yang ditaruh diluar untuk diperlihatkan. Kain kemben membutuhkan 5 kacu, dan dapat kurang atau lebih sesuai dengan besar kecilnya si pemakai. Fungsi kemben dapat disamakan dengan BH jaman sekarang. Sering fungsi kemben diganti oleh kutang (BH Klasik). Tetapi banyak orang perempuan memakai kutang dan kemben bersamaan dan bahkan masih memakai baju (kebaya). Biasanya kemben dipakai oleh Abdi Istana sebagai ganti kebaya.Celana membutuhkan 1,5 kacu; juga tergantung besar kecilnya si pemakai. Orang laki-laki jaman dahulu (sebelum tahun 1940 an) banyak memakai celana batik sampai lutut. Selain memakai celana sering masih memakai sarung atau bebet. Bebet yaitu sama dengan nyamping bagi perempuan. Tetapi bebet biasanya diwiru salah satu ujung kainnya, dan wiru terletak pada bagian depan. Diwiru artinya dilipat kecil-kecil bentuk spiral. Kain sarung membutuhkan 2 kacu.


3. MENGOLAH MORI SEBELUM DIBATIK

Sebelum dibati mori harus diolah lebih dahulu. Baik buruknya pengolahan akan menentukan baik buruknya kain. Pengolahan mori sebagai berikut: Mori yang sudah dipotong diplipit. Diplipit adalah dijahit pada bekas potongan supaya benang pakan tidak terlepas. Benang pakan ialah benang yang melintang pada tenunan. Setelah diplipit kemudian di cuci dengan air tawar sampai bersih. Kalau mori kotor, maka kotoran itu akan menahan meresapnya cairan lilin (malam) yang dibatikan dan menahan cairan warna pada waktu proses pembabaran. Di daerah Yogyakarta dan Surakarta mori dijemur sampai kering setelah dicuci bersih mori terus direbus. Cara merebus mori di daerah Blora. Lebih dahulu orang membuat Wantu, yaitu air yang dipanaskan dalam suatu wadah sebelum sesuatu barang yang direbus di masukkan didalamnya. Wadah untuk membuat Wantu diberi dasar di dalamnya, supaya barang rebusan tidak hangus. Sebagai wadah dasar tadi digunakan daun bambu, daun pepaya atau merang (tangkai bulir padi). Bahan-bahan tadi lebih baik dari bahan lainnya untuk dasar merebus sesuatu, karena meskipun hangus tidak akan mengerut dan arangnya tidak mengotori mori. Setelah wantu panas, mori bersih dimasukkan di masukan di dalamnya. Cara memesukkan mori kedalam wantu mulai dari ujung sampai pangkal secra urut. Rebusan memakan waktu beberapa menit. Mori kemudian diangkat dan dicuci untuk menghilangkan kotoran sewaktu direbus. Selesai dicuci barulah dijemur sampai kering. Mori menjadi lemas ; kemudian dikanji. Bahan kanji ialah beras. Di daerah Blora dipakai sembarang beras asalkan putih. Beras direndam beberapa saat dalam air secukupnya; kemudian beras bersama airnya direbus sampai mendidih. Air rebusan beras diambil dan dinamakan tajin. Mori kering dimasukkan kedalam tajin sampai merata; tanpa diperas langsung dijemur supaya kering. Akhirnya mori menjadi kaku. Tetapi didaerah Yogyakarta dan Surakarta pada jaman sebelum perang bahan kanji terbuat dari beras ketan; dan cara pembuatannya pun berbeda-beda. Ada yang memakai cara seperti didaerah Blora, tetapi ada juga dengan cara beras dijadikan tepung halus. Apabila berupa tepung, sesenduk tepung diberi empat gelas besar air, dimasak sampai mendidih, kemudian disaring. Air saringan seukuran tadi hanya untuk mori sekacu. Mori kering sehabis dikanji akan mengerut dan kaku. Maka mori diembun-embunkan setiap pagi beberapa hari. Diembun-embunkan ialah dibentangkan diluar rumah waktu pagi hari ( jam 5.00), supaya menjadi lembab karena air embun. Selain mori lembab, kemudian dikemplong. Di Kemplong ialah di pukuli pada tempat tertentu dengan cara tertentu pula, supaya benang-benang menjadi kendor dan lemas, sehingga cairan lilin dapat meresap. Cara mengemplong mori. Disediakan kayu kemplongan sebagai alas dan alu pemukul (ganden ialah martil agak besar terbuat dari kayu). Mori dilipat memanjang menurut lebarnya. Lebar lipatan lebih kurang setengah jengkal ; kemudian ditaruh diatas kayu dasar memanjang, lalu dipukul-pukul. Jika perlu dibolak-balik agar pukulan menjadi rata.Selesai dikemplong, tinggal menentukan motif matikan yang dikehendaki. Jika ingin motif parang-paragan, atau motif-motif yang membutuhkan bidang-bidang tertentu, maka mori digaris terlebih dahulu. Fungsi pengarisan ini hanyalah untuk menentukan letak motif agar menjadi rapi (lurus). Pembatik yang sudah mahir tidak menggunakan penggarisan. Besar kecilnya garisan tidak sama, tergantung pada motif rencana batikan. Biasanya kayu garisan berpenampang bujur sangkar.

Cara memindah kayu penggaris setelah garisan pertama ke garis kedua ialah dengan memutar kayu penggaris (membalik), tanpa mengangkatnya. Maka lebar sempitnya ruang antara garis satu sama lain ditentukan oleh banyaknya putaran kayu penggaris. Mori yang dibatik motif semen tidak perlu digaris, langsung dirangkap dengan pola pada muka mori sebaliknya. Setelah semua itu selesai, barulah dapat dimulai kerja membatik. POLA Pola ialah suatu motif batik dalam mori ukuran tertentu sebagai contoh motif batik yang akan dibuat LILIN (MALAM).Lilin atau malam ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya malam tidak habis (hilang), karena akhirnya diambil kembali sewaktu proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Tentang malam dapat dikemukakan sebagai berikut:

PROSES MEMBATIK
Mori yang sudah dikemplongi dan digarisi, apabila akan dibatik dengan motif jenis parang-parangan atau motif lain yang membutuhkan bidang tertentu secara lurus, umumnya di rujak artinya membatik tanpa menggunakan pola, orang yang membatik demikian disebut ngrujak. Orang yang ngruja adalah orang yang sudah ahli. Sedang orang baru taraf belajar atau belum mahir biasanya hanya nerusi atau ngisen-ngiseni. Sedangkan membatik dengan mempergunakan pola sudah diterangkan dimuka. Baik membatik ngrujak maupun membatik mempergunakan pola, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah ahli, sebab taraf permulaan ini merupakan penentuan baik-buruknya bentuk batikan secara keseluruhan.

  1. PERSIAPAN MEMBATIK
    a). Karen, atau anglo, dan wajan berisi malam harus sudah siap untuk mulai membatik. Malam harus sempurnya cairnya (malam tua) supaya lancar keluarnya melaului cucuk canting; selain itu malam dapat meresap dengan sepurna dalam mori. Api dalam anglo atau keren harus dijaga tetap membara, tetapi tidak boleh menyala, karena berbahaya kalau menjilat malam dalam wajan.
    b). mori yang sudah dipersiapkan harus telah berbeda di atas gawangan dekat keren, atau anglo. Si pembatik duduk di antara gawangan dan keren, atau anglo. Gawangan berdiri di sebelah kiri dan keren di sebelah kanan pembatik. Orang yang pekerjaannya membatik disebut pengobeng.
    c). setelah semuanya beres pembatik mulai tugasnya. Pertama memegang canting. Cara memegangcanting berbeda dengan cara memegang pensil, atau vulpen untuk menulis. Perbedaan itu di sebabkan ujung cucuk canting bentuknya melengkung dan berpipa besar, sedang pensil atau vulpen lurus. Memegang canting dengan ujung-ujung ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah seperti memegang pensil untuk menulis, tetapi tangkai canting horisontal, sedangkan pensil untuk menulis dengan posisi condong. Posisi canting demikian itu untuk menjaga agar malam dalam nyamplungan tidak tumpah.
    d). dengan canting itu pengobeng menciduk malam mendidih dengan wajan kemudian dibatikan diatas mori. Sebelum di batikan canting ditiup lebih dahulu. Cara meniup pun dengan cara tertentu, agar malam dalam nyaplungan tidak tumpah pada bibir pengobeng. Canting di tiup dengan maksud :? Untuk mengembalikan cairan malam dalam cucuk ke dalam nyamplungan, supaya tidak menetes sebelum ujung canting ditempelkan pada mori.? Untuk menghilangkan cairan malam yang membasahi cucuk canting; karena cucuk canting yang berlumuran cairan malam akan mengurang baiknya goresan, terutama ketika permulaan canting di goreskan pada mori.? Untuk mengontrol cucuk canting dari kemungkinan tersumbat oleh kotoran malam. Kalau tersumbat, maka cairan dalam nyamplungan tidak bersuara, karena udara tidak dapat masuk. Maka lubang ujung cucuk ditusuk memakai ijuk, atau serabut kelapa sampai masuk sepanjang cucuk. Biasanya sesudah ditusuk ditiup kembali, atau langsung dibatikan pada mori. Keistimewaan menusuk ialah memakai tangan kiri dengan cara tertetu dalam waktu yang cepat.? Canting yang beres keadaannya barulah digoreskan pada mori. Tangan kiri terletak disebalik mori sebagai landasan (penguat) mori yang baru digores dengan canting. Jika cairan malam dalam nyamplungan habis, atau kurang lancar mungking karena pendinginan, malam itu dikembalikan kedalam wajan; canting dicidukan pada cairan malam dalam wajan itu juga. Pengembalian cairan malam yang sudah dingin tidak besar pengaruhnya terhadap malam dalam wajan. Hal itu dilakukan sampai selesai, dan termasuk nemboki.

  1. TAHAP-TAHAP MEMBATIK
    Membatik sepotong mori harus dikerjakan tahap demi tahap. Setiap tahap dapat dikerjakan oleh orang yang berbeda. Tetapi sepotong mori tidak dapat dikerjakan beberapa orang bersamaan waktu. Tahap-tahap itu alah:
    1. Membatik Kerangka.Membatik kerangka dengan memakai pola disebut mola, sedang tanpa pola disebut ngrujak. Mori yang sudah dibatik seluruhnya berupa kerangka, baik bekas memakai pola maupun dirujak, disebut batikan kosongan, atau disebut juga Klowongan. Canting yang dipergunakan ialah canting cucuk sedeng yang disebut juga canting klowongan.
    2. Ngisen Iseni. Ngisen-iseni dari kata isi. Maka ngisen-iseni berarti memberi isi atau mengisi. Ngisen-iseni dengan mempergunakan canting cucuk kecil disebut juga Canting Isen. Canting isen bermacam-macam. Tetapi sepotong mori belum tentu mempergunakan seluruh macam canting isen, tetapi tergantung pada motif yang akan dibuat. Umpama memerlukan bermacam-macam canting isen karenaberaneka motif; tetapi membatik harus satu persatu, dan setiap bagian harus selesai sebelum bagian yang lain dikerjakan dengan canting lain misalnya kalau nyeceki (membuat motif yan terdiri dari titik-titik ), bagian cecekan harus selesai seluruhnya. Kegiatan mengerjakan bagian-bagian mempunyai nama masing-masing ; nama tersebut menurut nama canting yang dipergunakan. Proses pemberian nama ialah dengan mengubah nama benda (nama canting) menjadi kata kerja, sedang hasil kerjanya diambil dari nama canting yang di pergunakan. Nama itu ialah : nyeceki yaitu mempergunakan canting cecekan, hasilnya nama cecekan. Neloni ialah mempergunakan canting Telon, hasilnya disebut Telon. Mrapati ialah mempergunakan Canting Prapatan, hasilnya bernama Prapatan dan seterusnya. Tetapi mempergunakan Canting Galaran atau canting Renteng, selalu disebut nggalari, dan tidak pernah disebut ngrentengi; sedang hasilnya selalu disebut galaran, tidak pernah disebut rentengan.Cara mengunakan canting bertahap itu banyak keuntungannya. Keuntungan pertama ialah canting dapat dipergunakan bergantian dalam satu rombongan pengobeng (pembatik) yang berbeda-beda tugasnya (berbeda tahap batikan yang dikerjakan); keuntungan keduan ialah mengurangi jumlah canting yang semacam meskipun anggota pengobeng cukup banyak. Kalau dua orang bersamaan akan mengunakan canting semacam, sedangkan canting hanya sebuah, maka salah satu dapat menundanya dan mengerjakan bagian lain dengan canting lain. Demikian seterusnya.Batikan yang lengkap dengan isen-isen disebut reng-rengan. Oleh karena namanya reng-rengan, maka pengobeng yang membatik sejak permulaan sampai penyelesaian (akhir) memberi isen-isen disebut ngengreng. Jadi ngengrengan merupakan kesatuan motif dari keseluruhan yang dikehendaki. Hal itu merupakan penyelesaian yang pertama.
    3. Nerusi. Nerusi merupakan penyelesaian yang kedua. Batikan yang berupa ngengrengan kemudian di balik permukaannya, dan di batik kembali pada permukaan kedua itu. Membatik nerusi ialah membatik mengikuti motif pembatikan pertama pada bekas tembusinya. Nerusi tidak berbeda dengan mola dan batikan pertama berfungsi sebagai pola. Canting-canting yang di pergunakan sama dengan canting untuk ngengreng. Nerusi terutama untuk mempertebal tembusan batikan pertama serta untuk memperjelas. Batikan yang selesai pada tahap ini pun masih disebut ngengreng. Pengobeng yang membatik dari permulaan sampai nerusi disebut ngengreng.
    4. Nembok. Sebuah batikan tidak seluruhnya diberi warna, atau akan diberi warna yang bermacam-macam pada waktu proses penyelesaian menjadi kain. Maka bagian-bagian yang tidak akan diberi warna, atau akan diberi warna sesudah bagian yang lain harus di tutup dengan malam. Cara menutupnya seperti cara membatik bagian lain dengan mempergunakan canting tembokan. Canting tembokan bercukuk besar. Orang yang mengerjakan disebut nemboki dan hasilnya disebut tembokan. Bagian yang ditembok biasanya disela-sela motif pokok. Menembok biasanya mempergunakan malam walitet terendah. Meskipun malam penuh kotoran, tetapi canting bercucuk besar tidak banyak terganggu. Selain itu bagian tembokan cukup lebar dan tebal, sehingga kurang baiknya malam untuk nembok dapat diatasi. Pada hakekatnya fungsi malam selain untuk membentuk motif, juga untuk menutup pada tahap-tahap pemberian warna kain, diamana warna itu sebagai pembentuk motif batik yang sesungguhnya. Nembok hanya pada sebelah muka mori.2.
    5. Bliriki.Bliriki ialah nerusi tembokan agar bagian-bagian itu tertutup sungguh-sungguh. Bliriki mempergunakan canting tembokan dan caranya seperti nemboki. Apabila tahap terakhir ini sudah selesai berarti proses pembatikan selesai juga. Hasil bliriki disebut blirikan tetapi jarang demikian, lebih biasa disebut tembokan. Memang membatik disebut selesai apabila proses terakhir tadi selesai, atau kalau batikan tidak perlu ditembok, maka yang disebut batikan selesai adalah sebelum ditembok. Pada jaman yang silam di daerh Surakarta, setiap selesai tahap-tahap tadi, batikan dijemur sampai malamnya hampir meleleh. Maksud penjemuran itu ialah agar supaya lilin pada mori tidak mudah rontok atau hilang. Sebab malam panas (mendidih) waktu dipergunakn untuk membatik dan bersinggungan dengan mori dingin akan membeku dengan tiba-tiba karena proses kejut. Pembekuan malam itu kurang baik, karena batikan sering patah-patah dan malam mudah rontok. Tetapi jika dijemur, pemanasan terjadi secara merata, danmori ikut terpanasi. Mori yang mengalami pemanasan sinar matahari akan mengembang, dan mempunyai daya serap. Proses pengembangan ini memperkuat melekatnya malam yang mulai akan meleleh ; sebelum malam itu meleleh batikan harus diangkat dengan hati-hati ketempat teduh, batikan secara serentak akan mendingin. Proses pendinginan ini pun ada keuntungannya, karena antara mori dan malam saling memperkuat daya lekat. Selesailah kerja membatik.


( Kantor Pariwisata dan Kebudayaan )

Jumat, 25 Maret 2011

TIPS OK BUAT EMAK2 hehehe

TIPS OK



KEPITING GEMUK DAN GURIH
Kalau kita membeli kepiting hidup di pasar jangan buru-buru dimasak. Ada caranya untuk membuatnya menjadi gemuk dan gurih terlebih dahulu sebelum kita olah. Caranya sebagai berikut, masukkan beberapa kepiting yang masih terikat ke dalam baskom atau ember. Sementara itu parutlah 1/4 butir kelapa. beri air secukupnya pada parutan tadi dan aduk hingga terlihat cukup kental, setelah itu air campuran kelapa parut dimasukkan ke dalam ember yang berisi kepiting tadi. Karena saking laparnya kepiting akan memakan dan minum air campuran kelapa parut yang dimasukkan. Biarkan keadaan ini selama 1/2 atau 1 hari dan setelah itu kepiting dapat kita olah sesuai selera kita. Dijamin kepiting akan semakin gemuk dan tambah gurih.


MENGHILANGKAN PAHIT PARE
Sebelum dimasak, pare dibersihkan dari isinya kemudian diiris-iris. Uleni irisan pare itu dengan garam kuning (sekarang dilarang gak ya?). Cuci dengan air sampai bersih. Saat akan dimasak beri kembali garam kuning sebanyak 1 sendok teh.


MENGHILANGKAN BAU MINYAK GORENG
Apabila saat kita memasak atau menggoreng sesuatu kadang-kadang tanpa dapat terhindarkan baju yang kita pakai terkena cipratan minyak goreng. Meski sekarang banyak detergen yang ampuh menghilangkan aneka noda tapi tidak ada salahnya jika hal ini kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan baju menjadi berbekas noda. Begitu terkena minyak maka segera saja bagian yang terkena minyak kita taburi dengan bedak atau talk kemudian cuci segera maka seketika noda minyak akan hilang tanpa berbekas.


MENJERNIHKAN JELANTAH
Minyak goreng yang sudah kerap dipakai dapat dijernihkan dengan arang kayu. Ambil arang kayu lalu tumbuk sampai halus. Masukkan gerusan arang kayu itu pada minyak jelantah. Ukuran pemakaian, 2 kepal arang kayu untuk satu kilogram minyak jelantah. Aduk sampai rata , tunggu sampai 5 menit lalu saring dengan kain bersih. Cara ini menjadi alternatif terakhir bila memang sudah bener-bener bokek tak ada uang. Ya harap maklum karena sekarang semua kebutuhan pokok tidak ada yang murah.


MENGHILANGKAN NODA MINYAK PADA KERTAS
angat wajar apabila kita sedang belajar memasak dengan petunjuk buku resep, tanpa sengaja majalah atau buku resep masakan terciprat minyak goreng. Hal yang sama bisa terjadi pula saat kita lagi belajar atau baca novel. Gak afdol rasanya kalau tanpa camilan atau gorengan. Tangan yang habis nyomot gorengan trus tanpa sadar saking asyiknya buat buka halaman buku. Yang jadi masalah kalau buku atau majalah yang kena minyak itu boleh minjam. Kan nggak enak sama yang punya kalau pas kita mengembalikan sudah kotor kena noda minyak. Kalau kamu punya pengalaman seperti itu cara mengatasinya sederhana. Begitu buku atau kertas terkena percikan minyak, segera ambil garam dapur secukupnya lalu gosok-gosokkan pada bagian yang terkena minyak setelah itu jemur pada panas matahari maka noda minyak akan hilang. Selamat mencoba mudah-mudahan tips ini bisa membantu.


CARA MENYIMPAN JERUK NIPIS
Bila kamu membeli jeruk nipis dalam jumlah banyak tidak masalah jka di rumahmu sudah memiliki lemari pendingin alias kulkas. Tapi jika di rumah kamu belum ada kulkas, jangan khawatir karena ada cara menyimpan yang mudah biar tidak mudah kering ataupun busuk. Ambil rantang yang agak besar atau panci yang sudah jarang dipakai. Isi dengan pasir kali yang sudah dicuci bersih. Rendam atau timbun jeruk nipis dalam pasir tadi seperti penyu bertelur. Dengan cara ni maka dijamin telur eh jeruk akan awet, kalo kita butuh tinggal ambil satu atau dua lalu cuci bersih untuk mengilangkan debu pasir yang menempel.


MENGAMBIL KERAK NASI DENGAN MUDAH
Walaupun jaman sekarang banyak yang memasak memakai peralatan listrik seperti majic jar atau rice cooker tapi ketel konvensional tetap akan selalu dipakai apalagi listrik sekarang yang kadang tidak menentu kapan hidup dan matinya. Setelah selesai menanak nasi dan nasi diangkat, Letakkan ketel pada lantai tanah yang sebelumnya telah disiram dengan air,biarkan beberapa saat. Dengan cara ini kerak nasi/intip dapat diangkat dari ketel dalam keadaan utuh.


AGAR MINYAK GORENG TIDAK MUNCRAT
Bila menggoreng ikan misalnya, agar minyak goreng yang panas tidak muncrat dapat diatasi dengan memasukkan satu irisan jeruk nipis pada minyak yang sudah mendidih tersebut, baru setelah itu ikannya dimasukkan. Dijamin minyak tidak akan muncrat.


MENGHILANGKAN BAU MINYAK TANAH
Walau sekarang pemerintah mengeluarkan kebijakan mengganti bahan bakar minyak tanah dengan gas tetapi tidak serta merta minyak tanah akan kehilangan penggemarnya karena berbagai kemudahan yang diperoleh jika memakai minyak tanah dibanding memakai gas. Berikut adalah cara menghilangkan bau minyak tanah. INGAT!!! Yang akan kita hilangkan hanya baunya saja karena walaupun dibutuhkan tetapi segala upaya akan kita lakukan untuk menghilangkan baunya, iya kan. Bau minyak tanah di telapak tangan susah hilang walaupun sudah berkali-kali dicuci dengan sabun. Ad cara mudah mengatasinya. Keringkan dulu tangan yang terkena minyak tanah dengan menggunakan lap atau kertas tissue, setelah itu olesi atau lumuri tangan dengan minyak goreng secukupnya, biarkan selama 5 menit setelah itu baru dicuci dengan sabun. maka bau minyak tanah akan hilang.


MENJERNIHKAN KALDU
Agar kaldu dari rebusan daging tetap jernih, maka sebelum daging dimasukkan ke dalam air, rebus air tersebut sampai mendidih. Baru setelah mendidih daging dimasukkan. Dengan cara ini air rebusan daging (kaldu) akan tetap jernih.

Tips Menghitung Cepat

TIPS MENGHITUNG CEPAT



Ada tips ringan yang bisa menarik minat anak-anak, terutama yang sudah bisa melakukan perhitungan (tambah, kurang, bagi, kali). Tips ini sering saya gunakan dan selalu sukses menarik minat. Karena sifatnya yang universal, orang dewasapun bisa menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. Ada yang bilang hanya tips menghitung cepat, namun saya melihatnya ada hal yang lebih fundamental. Mari kita simak tips ini.

1. Pembagian dan Perkalian 2

Jika anda ditanya, berapa 4 X 10, 2 X 10, 1200 X 10 dan lain sebagainya perkalian dengan 10, 100, 1000, pasti dengan cepat dan mudah kita menemukan jawabannya. Mengapa mudah, karena kita hanya perlu menambahkan angka nol dibelakang angka yang dikalikan dengan angka bermodel kelipatan 10.

Bagaimana dengan perkalian angka 5 ? Hampir mirip. Perkalian angka 5 sama saja dengan mengalikannya dengan angka 10 dan membaginya dengan angka 2. (5 = 10/2, isn't it ? )

Pengalaman saya, perhitungan angka genap lebih mudah diolah diotak saya dibandingkan angka ganjil. Jika diminta jawaban 75 X 5, saya akan menghitungnya sebagai 75 X (10 : 2), alias 750 : 2 = 375.

Coba test anak-anak untuk menghitung perhitungan angka (perkalian dan pembagian) dengan angka ganjil dan membandingkannya dengan perhitungan angka genap. Saya yakin sebagian besar lebih cepat menghitung perhitungan angka genap.

Keistimewaan angka 2 ini bisa dikembangkan untuk menjawab secara cepat perhitungan yang tidak bisa dicerna secara langsung.

Contoh, berapa hasil perkalian 12,5 X 8 atau 6,25 X 8 ? Alih-alih mengalikannya secara langsung, saya akan lebih cepat menghitungnya dengan merubah angka ganjil menjadi genap dengan mengalikannya dengan angka 2 dan membagi rekannya yang genap dengan angka 2.

12,5 X 8 ==> 25 X 4 ==> 50 X 2 ==> 100. Posisi perhitungan bisa dibatasi pada model persamaan yang sudah bisa langsung dicerna, dalam contoh diatas bisa dibatasi pada 25 X 4.

6,25 X 8 ==> 12,5 X 4 ==> 25 X 2 ==> 50

Model hitung cepat diatas mungkin menggunakan sample yang mudah-mudah saja (kalau masih menggunakan sample yang sulit ya anak-anak tambah males belajar matematika dunk ) tapi bisa dilihat bahwa model perhitungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk bilangan yang lainnya, dengan syarat salah satu pengali adalah genap.

Kalau ditanya 12,5 X 6,25 ya model diatas tidak berlaku...

Jika perlu, kita bisa melakukan kombinasi perkalian 5, 2 maupun 10 sekaligus, tergantung situasi dan contoh soal yang diberikan.

Misalnya, 4,75 X 400 ==> 475 X 4 ==> 950 X 2 ==> 1900



2. Selisih Dua Kuadrat & Dua Pengkuadratan yang Penting

Saya mendapatkan materi ini di SMP (SMPN I Tambun Selatan Bekasi). Dulu saya tidak begitu memahaminya dan menganggap ini materi pelajaran yang dihapal, namun ternyata ada hal yang penting dan bisa dijadikan tips untuk menarik minat para bocah .

Dengan pengetahuan pada tips 1, coba lontarkan pertanyaan berikut :
Berapa hasil perkalian 12 X 8 ?
Berapa hasil perkalian 29 X 31 ?
Berapa hasil perkalian 25 X 15 ?

Untuk pertanyaan pertama, tips 1 masih bisa digunakan namun untuk yang kedua dan ketiga, tips kesatu sulit digunakan karena keduanya sama-sama ganjil. Meski demikian kita bisa tetap menghitungnya secara cepat karena kedua bilangan yang digunakan istimewa.

12 X 8 = 96 --> jangan pakai kalkulator ya, dan mikirnya jangan lama-lama, malu sama anak SD.
29 X 31 = 899
25 X 15 = 375

29 X 31 bisa dijadikan persamaan (30-1) X (30+1) ==> 302-12 ==> 900-1 ==> 899
25 X 15 bisa dijadikan persamaan (20+5) X (20-5) ==> 202-52 ==> 400-25 ==> 375

Tips kedua ini bisa dipakai dengan syarat kedua perkalian bisa dipecah menjadi model yang sama sehingga nantinya berlaku rumus :

(A+B) X (A-B) = A2 - B2

Dua tips diatas semestinya bisa kita manfaatkan untuk menunjukkan bahwa matematika itu menyenangkan untuk dipelajari dan dapat diaplikasikan langsung dikehidupan sehari-hari.

Banyak yang bilang, orang sukses tidak hanya ditentukan oleh kemampuan matematika. Bnayak orang sukses meski matematikanya jeblok karena bisa mengembangkan kemampuan sosial dan humaniora. Menurut saya, diskursus masalah ini sebaiknya diposisikan untuk memacu prestasi anak yang kurang memiliki kemampuan dibidang ilmu eksakta, bukan sebagai generalisasi bahwa matematika tidak penting.

Disadur dari :
Muhammad Rivai Andargini in Personal

jarimatika

matematika
http://www.kabarinews.com/?32476

Belajar matematika

ASYIKNYA MATEMATIKA


Apakah matematika itu momok bagi anak ? rata-rata mereka menjawab ya.Berkut kami sampaikan tips mengajak anak belajar matematika yang menyenangkan.


1. AJAK MEMBACA BUKU MENGENAI MATEMATIKA
Ini bisa buku tentang ahli matematika, atau buku bergambar yang mengenalkan konsep matematika. Saya menyarankan membaca buku bergambar, terutama untuk anak kecil, karena mereka suka buku bergambar dan tidak akan menyadari bahwa mereka sedang belajar matematika.


2. BERMAINLAH
Banyak permainan yang melibatkan matematika jadi bermainlah dengan anak anda. Berikut beberapa permainan yang dapat membantu anda mengajarkan matematika pada anak anda :
-. Kartu Domino
Anak akan mengenal pola (dan angka juga).
-. Ular tangga
Permainan apa saja yang menggunakan dadu dapat mengajarkan anak tentang angka.


3. GUNAKANLAH MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

a. Di dapur
Biarkan anak membantu mengatur meja. Tanyakan padanya berapa orang yang akan datang dan berapa jumlah piring, gelas, sendok dan garpu yang dibutuhkan.

b. Mencuci baju
Pisahkan baju yang berwarna dari yang putih. Biarkan anak memisahkan bajunya sendiri, putih dan berwarna, kaos dan celana. Atau suruh mereka mencari pasangan kaos kaki setelah selesai mencuci.

c. Memasak
Anak-anak sangat suka bila anda membolehkan mereka ikut membantu memasak, terutama memasak kue kesukaan mereka. Biarkan mereka menimbang bahan-bahan, berapa gram gula, berapa sendok garam. Hitung telurnya. Potong kuenya menjadi 6 atau 8, atau sebanyak orang yang akan memakannya. Potong kue keringnya menjadi lingkaran, segitiga, bujur sangkar, dll.

d. Belanja
Pada saat anda membandingkan harga di toko, jangan lakukan dalam hati, biarkan anak anda mendengarnya. Ini akan mengenalkan mereka konsep murah dan mahal, lebih dan kurang. Ketika sedang antri, tunjukkan mereka cara menghitung orang yang sedang antri dan mengira-ngira berapa lama sebelum tiba giliran anda.

e. Di bis/mobil
Seberapa jauh lagi kita dari rumah ? Berapa banyak halte bis yang sudah kita lewati, berapa banyak lagi yang harus dilewati ? Berapa banyak mobil merah yang kita lihat ?
Nah ini semua sebagai langkah praktis dan menyenangkan sehingga anak benar-benar menikmati pelajaran ini dengan baik.

Selamat belajar ya....

Kamis, 17 Maret 2011

Menghilangkan selulit

Tips 

Menghilangkan selulit 



Selulit adalah jaringan menonjol yang tebal, yang pada umumnya terjadi terjadi pada wanita tanpa mengenal batasan umur dan ukuran tubuh. Bahkan wanita yang langsing pun bisa memiliki selulit. Selulit terlihat seperti kulit jeruk yang umumnya terdapat pada bagian paha dan pantat.

Penyebab selulit yaitu karena terjadinya jaringan ikat terdesak oleh lemak sehingga menyebabkan lemak terlihat di bawah kulit. Dengan berkurangnya jumlah lemak maka akan berkurang juga selulit yang timbul. Salah satu cara efektif untuk menghindari selulit yaitu dengan mengatur pola makan/diet serta berolah raga secara teratur.

Nah, ada cara menghilangkannya secara alami:
  1. Campurkan segenggam serpihan garam batu kasar dengan 2 sendok makan minyak zaitun. Balurkan pada tubuh dan gosok dengan arah melingkar fungsinya mengikis sel kulit mati, mendorong pembuangan racun dari tubuh, menolong memecah selulit/mencegah selulit.  
  2. Gunakan spon mandi atau atau sikat tubuh dengan bulu alami bukan bulu sintetik, lakukan kira-kira selama 5 menit untuk seluruh tubuh dari ujung kaki hingga pangkal lengan.
  3. Memijat di daerah yang berselulit sekali atau 2 kali setiap hari akan meningkatkan sirkulasi darah dan limfe, sehingga meminimalkan timbulnya selulit atau menyamarkan selulit.
  4. Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi dan menyingkirkan racun serta mengencangkan otot-otot tubuh yang kendur. Lakukan beberapa gerakan olahraga yang dapat menghilangkan selulit di paha dan bokong.
  5. Minum banyak air, makan banyak buah dan sayur. 
http://kosmo.vivanews.com/news/read/208957-pijatan-kopi-tangkal-selulit 
http://www.google.co.id/images?client=opera&rls=en&q=selulit&oe=utf-8&channel=suggest&um=1&ie=UTF-8&source=univ&sa=X&ei=ptuCTeHoIYv8vQOoqaHGCA&ved=0CDAQsAQ