Tampilkan postingan dengan label tips wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2011

Tips istri yg baik

Lelah Tapi......

Tetap Mesra....



Berdasarkan kesaksian banyak wanita dan juga saran dari beberapa psikolog keluarga serta ahli seksologi, ada beberapa tips jitu buat pasangan suami istri yang sepanjang hari sibuk mengurus pekerjaan sehingga kadar kemesraannya semakin berkurang.

Nah,,,semoga saja tips di bawah ini bisa membantu para ibu-ibu membuat suami mereka tetap mesra meskipin lelah karena seharian bekerja.

  1. Rapikan rumah, khususnya kamar tidur sebelum suami pulang. Buatlah nuansa kamar tidur yang berbeda dari biasanya. Berikan sedikit pewangi ruangan yang tidak terlalu menyengat atau letakkan beberapa bunga segar di atas tempat tidur anda.

  2. Siapkan makan malam yang istimewa, khususnya masakan kesukaan suami anda. Kalau anda tidak pernah memasak, maka usahakan masakan kesukaannya itu adalah buatan anda sendiri.

  3. Saat suami pulang kerja, sapa dia dengan kata sayang dan mungkin anda membantunya membuka dasi dan melepaskan sepatunya. Ajak ia duduk sebentar di kursi dan berikan sedikit pijatan dibagian pundaknya.

  4. Bukalah pembicaraan yang ringan, tidak serius dan cenderung bercanda. Jika suami anda curhat bahwa di kantor ia ada masalah, maka ajak ia untuk melupakan masalah itu sejenak dan nikmatilah makan malam spesial anda. Jika anda memiliki anak, maka anak bukanlah penghalang kemesraan anda. Suap-suapan di depan anak tidak jadi masalah. Justru itu akan menjadi contoh bagi anak bahwa beginilah seharusnya hidup dalam cinta dan kemesraan.

  5. Beberapa ahli seksologi menyarankan, jika suami terlihat lelah dan stres, maka istri harus sedikit agresif untuk memberi semangat kepada sang suami. Dengan memberikan pelukan dan ciuman khusus saat anda berdua di dalam kamar.

  6. Menonton film kesukaan atau mendengar lagu kesukaan anda berdua di dalam kamar, cukup membantu menciptakan suasana romantis.

Nah,,,coba dulu tips di atas, karena masih banyak lagi tips lainnya yang bisa anda lakukan untuk tetap menjaga kemesraan anda dengan suami.

Minggu, 30 Januari 2011

Psikologi Anak Remaja

SENI MENDIDIK REMAJA
(Dra. Srisiuni Sugoto, M.Si.)

          Ada seorang bapak berkata keepada saya, "Anak ibu umur berapa?" Saat itu saya menjawab, "Sebelas tahun." "Wah sebentar lagi, ibu akan menghadapi tantangan  untuk  mendidik anak ibu, " kata bapak tersebut. Saya hanya mampu menjawab dalam hati, "Jikalau Tuhan menghendaki, saya ingin menikmati interaksi dengan anak saya ketika ia memasuki usia remaja." Kita telah banyak membaca kasus perilaku remaja yang menyimpang, meliputi melawan orang tua, melakukan pelanggaran di sekolah, terjerat dengan narkoba, dan melakukan hubungan seks pra-nikah. Berita yang cukup mengejutkan, berdasarkan penelitian Dr. Khaidzir Ismail (Dosen Fakultas Psikologi Universitas Kebangsaan Malaysia) yang dimuat dalam kosmo (salah satu koran di Malaysia), 27 Februari 2007, halaman 2, terhadap 887 pelajar perempuan usia 15 sampai 16 tahun, hanya satu pelajar yang belum melakukan hubungan seks. Kalau kita pernah ke Malaysia, hampir sebagian besar remaja perempuan Melayu menggunakan jilbab, tetapi jilbab bukanlah suatu jaminan seseorang menjaga kesucian dan perilakunya.
          Penemuan lain dari hasil penelitian tersebut adalah 98% mengaku terlibat Narkoba, 97,3% berhubungan dengan pornografi, 96,8% berjudi dan 77,2% membolos sekolah. Ternyata, kebanyakan pelajar perempuan itu berasal dari keluarga bermasalah seperti orang tua yang mempunyai masalah psikologi, bercerai, dan mengalami masalah keuangan. Oleh karena itu, menjadi orang tua bagi remaja bukanlah hal yang mudah tetapi juga bukan merupakan hal yang sulit, kalau kita menemukan cara yang tepat untuk mendidik setiap anak remaja kita.
          Saya tertarik dengan tulisan Gary Gagliardi (2002) dalam  bukunya 'Sun Tzu's The Art of War & The Art of Parenting Teens', karena beliau memberi informasi kepada orang tua untuk mendidik anak remajanya melandaskan pada bing-fa, ilmi cina kuno tentang bagaimana dapat menang tanpa konflik. Dalam bahasa inggris, bing-fa diterjemahkan sebagai 'The Art of War' tetapi bing-fa tidak mengajar perang, namun mengajar kesuksesan. Bing-fa mengajar sukses dalam segala sesuatu, meliputi gaya pengasuhan orang tua, yang tidak dapat terjadi secara kebetulan.
          Menjadi orang tua yang efektif adalah sebuah tantangan. Kesuksesan dalam mengatasi tantangan tergantung pada pembuatan keputusan yang tepat. Bing-fa mengajar kita bagaimana dengan cepat dan mudah membuat keputusan-keputusan tersebut. Dalam tulisan singkat ini, saya tidak dapat mengulas semua penjelasan mengenai bing-fa, tetapi dibawah ini saya cantumkan tentang planning yang disejajarkan dengan parental planning.

Planning
Parental Planning
  • Inilah Perang
  • Inilah keahlian paling penting didalam bangsa
  • Inilah dasar kehidupan yang mati
  • Inilah filosofi berjuang atau hancur

  • Anda harus mengetahuinya
  • Keahlian anda datang dari 5 faktor


  • Pelajari faktor ini ketika anda merencanakan perang
  • Anda harus mengetahui dengan benar:
    1. Filosofi Militer
    2. Cuaca
    3. Daerahnya
    4. Pemimpinnya


    5. Metode Militer
  • Hal ini dimulai dengan filosofi militer anda
  • Perintahkan anak buah anda dengan cara yang memberi mereka tujuan yang tinggi
  • Anda bisa memimpin mereka kedalam kematian
  • Anda bisa memimpin mereka untuk hidup
  • Mereka tidak boleh takut bahaya/ketidakjujuran

  • Lalu, ada cuaca
  • Bisa saja terik matahari/mendung
  • Bisa saja panas atau dingin
  • Termasuk juga jadwal musim
  • Kemudian rentangan tanah/daerah
  • Bisa saja jauh atau dekat 
  • Bisa saja sulit atau mudah
  • Bisa saja terbuka atau sempit
  • Termasuk juga menentukan hidup & mati anda
  • Kemudian ada pemimpin
  • Ia pasti pintar
  • Terpercaya
  • Peduli
  • Berani
  • Dan tegas
  • Akhirnya, anda memiliki metode militer
  • Metode ini termasuk membentuk organisasi anda
  • Metode ini datang dari filosofi management
  • Anda harus menguasai cara penggunaannya
  • Kelima faktor ini semuanya penting
  • Sebagai seorang pemimpin, anda harus memperhatikannya
  • Dengan memahami metode ini maka akan membawa kepada kemenangan
  • Mengabaikannya berarti anda dikalahkan
  • Anak-anak adalah anak remaja
  • Ketuhuilah cara mendidik mereka adalah hal yang penting
  • Inilah perbedaan antara hidup dan mati
  • Keputusan anda menentukan perjuangan atau kehancuran mereka
  • Anda tahu persis harus melakukan apa
  • Kemampuan anda mendidik anak-anak datang dari 5 faktor
  • Tetapkan faktor ini sebelum anak-anak anda menjadi remaja
  • Anda harus mengetahui:
    1. Folosofi Keluarga Anda
    2. Trend Sosial Keluarga Anda
    3. Lingkungan Anak-anak Anda
    4. Kemampuan Anda Dalam Mendidik Anak
    5. Metode Anda Mendidik Anak
  • Mendidik anak dimulai dari filisofi keluarga
  • Jelaskan kepada anak-anak anda bahwa keluarga anda memiliki tujuan yang tinggi
  • Teladan anda bisa memimpin mereka pada kematian
  • Teladan anda bisa memimpin mereka pada kehidupan
  • Mereka tidak boleh takut apakah anda membahayakan atau salah memimpin mereka
  • Lalu, ada tren dalam masyarakat
  • Mereka bisa saja bersikap positif/negatif
  • Mereka bisa saja tertolong/berada dalam bahaya
  • Trend ini berubah seiring dengan waktu
  • Kemudian lingkungan anak-anak anda
  • Bisa saja terkendali/tertutup
  • Bisa saja menyakitkan atau menyenangkan
  • Bisa saja mudah didekati/sangat pribadi
  • Lingkungan yg baik menentukan hidup mati anak remaja
  • Kemudian kemampuan anda mendidik
  • Anda pasti berpendidikan
  • Dapat dipercaya
  • Penuh kasih
  • Berani
  • Dan tegas
  • Akhirnya, anda memiliki metode mendidik anak
  • Metode ini termasuk mengatur keluarga anda
  • Metode ini secara alami muncul dari filosofi anda
  • Anda harus menguasai cara mendidik anak
  • Kelima faktor ini semuanya penting
  • Sebagai orangtua, anda harus memperhatikannya
  • Dengan memahami metode ini maka akan membawa kepada kesuksesan
  • Mengabaikannya bearti membawa pada kegagalan




          Jadi, para ibu atau wanita sebagai pemerhati anak usia remaja dapat membacanya dalam bahasa yang asli dan dapat secara perlahan-lahan menghayatinya. Sebagai orang tua, kita mau tidak mau harus membekali diri kita dengan banyak belajar mengenai gaya mengasuh yang efektif, hanya yang perlu disadari bahwa apa yang dikatakan efektif oleh seseorang belum tentu efektif bagi kita kalau kita menerapkannya kepada anak remaja kita, karena setiap anak kita adalah unik. Sebelum kita belajar menjadi orang tua yang efektif, kita perlu menjalin hubungan yang menyenangkan terlebih dahulu dengan pasangan kita, supaya dapat menciptakan suasana rumah yang dapat memberi perasaan aman kepada anak-anak kita, sehingga merekapun mempunyai ikatan batin yang kuat dengan ibu maupun ayah. Kita sebagai kaum ibu perlu sehati dengan kaum ayah dalam mempelajari dan menerapkan keterampilan sebagai orang tua, menjadikan diri kita sebagai panutan bagi anak remaja kita. Tetap mewaspadai bukan mencurigai terhadap lingkungan anak remaja kita, memahami dunia remaja bukan memandang dunia remaja dari sudut pandang kita sebagai orang tua.

          Mengapa saya ingin sekali menikmati kebersamaan dengan anak saya yang menginjak masa remaja? Karena masa remaja memang merupakan masa transisi yang oleh sebagian besar remaja dirasakan sebagai masa yang sulit untuk memasuki masa dewasa. Saya berharap saya dapat memasuki dunia remaja anak saya karena bagaimanapun saya pernah mengalami masa remaja, sedangkan anak saya belum mempunyai pengalaman sebagai remaja. Oleh karena itu, setiap anak remaja sangat memerlukan tutunan bukan tuntutan orang tua, yang didalamnya orang tua dapat menerapkan peraturan, perasaan untuk saling mempercayai, kasih sayang, dan dukungan. Semoa kita dapat menjadi ibu yang dicintai oleh anak remaja kita. Tuhan memberkati

Kamis, 27 Januari 2011

Artikel Wanita

                    Wanita, Penolong yang
                Mengembangkan Diri
                                       (Fanny Lesmana) 

          Wanita diciptakan Tuhan untuk menjadi penolong, dengan pola pikir demikian, maka ada anggapan yang menyatakan bahwa wanita tidak akan pernah mungkin untuk menjadi pemimpin. Saya tidak berusaha untuk membantah bila ada yang berkeyakinan seperti ini. Namun, bila ada yang berkeyakinan bahwa perempuan sebagai penolong tidak perlu mengembangkan dirinya, saya kurang sependapat.


          Saya justru memiliki anggapan bila sorang penolong tidak mengembangkan dirinya, maka ia tak akan mudah menjadi penolong. Yang sering terjadi, wanita malah menjadi penodong atau perongrong. Saya tidak mengatakan setiap wanita harus bekerja dan menghasilkan uang - entah itu dipergunakan untuk kebutuhan pribadi maupun kebutuhan keluarga. Yang saya sebutkan adalah mengembangkan diri. Dengan mengembangkan diri (Dalam banyak hal), para wanita dapat menjadi penolong yang maksimal baik bagi suami, anak-anak maupun keluarga. Toh, kita melihat tak sedikit wanita yang terpuruk dalam sebuah lingkaran dan membuat dirinya berada dalam lingkaran itu sehingga ia tidak dapat berkembang.


          Saya percaya, ketika Tuhan menciptakan manusia, Pria dan Wanita, Tuhan sangat menginginkan kita semua untuk mengembangkan diri. Perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30 menjelaskan betapa pentingnya sebuah pengembangan diri. Dalam perumpaaan tersebut, Tuhan tidak menyebutkan hambanya itu pria atau wanita. Karena perumpamaan itu tidak menunjuk pada gender tertentu, maka apa yang disampaikan Tuhan dalam perumpamaan itu diperuntukkan bagi pria dan wanita tanpa kecuali.


          Ayat 29 yang mengatakan: Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari dia". Tentu saja ini bukan ancaman yang digunakan untuk menakut-nakuti anak kecil. Tuhan menginginkan kita mengembangkan talenta yang telah diberikan Tuhan pada kita. Sebagai catatan, kepada setiap pribadi, Tuhan sudah pasti memberikan setidaknya sebuah talenta. Dan, Tuhan ingin talenta itu - seberapa banyak talenta yang diberikan-Nya pada kita - dikembangkan. Bukan dikubur dan menyembunyikan talenta itu.


          Kita telah sampai pada satu kesimpulan bahwa mengembangkan diri adalah hal yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita. Masalahnya, kita acapkali belum tahu tepatnya, belum yakin - sebenarnya talenta apakah yang sudah diberikan Tuhan pada kita. Sepertinya, kita tidak bisa berbuat apa-apa, deh. Oh ya, mungkin kita sudah terlalu sering dibanding-bandingkan dengan orang lain dan akhirnya timbul satu pemikiran bahwa diri kita tidak berharga karena tidak atau belum melakukan sesuatu yang sudah dilakukan oleh orang lain. Hmmm...berhenti dengan pemikiran itu. Setiap kita adalah pribadi yang unik. Kita adalah pribadi yang istimewa. Kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Karena itu, kita memang perlu berbeda dengan wanita yang lain. Ketika kita dibandingkan dengan orang lain pun, memang kita tidak akan pernah bisa sama dengan wanita itu. Bukankah kita adalah pribadi yang berbeda dan memiliki keunikan tersendiri? Banyak Hamba Tuhan wanita yang memiliki karunia berkhotbah luar biasa. Ibu Agnes Maria, misalnya, tapi kita juga bisa mengembangkan diri, bukan seperti ibu Agnes Maria, melainkan menjadi diri kita sendiri. Tidak harus berkhotbah. Mungkin kita bisa menyanyi atau berdoa untuk mendukung pelayanan ibu Agnes dan banyak pengkhotbah lainnya.


          Temukan sesuatu yang unik dari diri kita, itulah talenta dari Tuhan. Walaupun mungkin hanya satu, bukan masalah, tak perlu bandingkan diri dengan orang lain lagi, mengapa dia mendapat lebih banyak talenta daripada aku? membandingkan diri hanya akan membuat kita terpuruk. Kita sulit mengembangkan diri bukan karena kita tidak mampu berkembang melainkan karena kita sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Ibu Indayati Oetomo adalah seorang pengajar yang menarik. Tak perlu membandingkan diri dengan Ibu Indayati. Jika Tuhan memanggil kita sebagai pengajar, Tuhan ingin kita mengembangkan diri menjadi pengajar yang istimewa. Tak perlu meniru gaya Ibu Indayati, jadilah diri sendiri, mengajarlah dengan gaya kita sendiri.


             


Makasih,,,,,God Bless,,,,,